Panitia Auto Gymkhana Kejurnas 2019 Kota Tegal Diduga Abaikan Prosedur

yahya, 07 Sep 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

Tegal. Sebuah event besar tingkat nasional diharapkan ikut tumbuh-kembangkan minat olah raga automotive masyarakat kota Tegal namun jika tidak dikerjakan secara profesional, maka yang terjadi kesia-siaan.

Seperti halnya penyelenggaraan dengan nama Auto Gymkhana Kejurnas 2019 dengan jenis kegiatan Kejuaraan Nasional Gymkhana yang diselenggarakan Ormas PP bersama Genta Auto dan Sport dengan mengambil lokasi di jalan Pancasila depan BRI Alun Alun, kota Tegal. Acara berlangsung hari Sabtu (7/9) namun hingga sehari sebelum pelaksanaan masih terjadi tarik ulur pelaksanaannya karena soal perijinan terutama perijinan menutup jalan.

Terbukti dalam putaran setengah jalan, terjadi aksiden salah satu peserta dengan nomer 109, ban mobil mengalami slip dan menabrak batas pengaman arena. Akibatnya peserta kategori sdd A dengan kelas F langsung dilarikan ke Rumah sakit dengan ambulan.

Lemahnya pihak panitia dalam berkoordinasi dengan instansi pemerintah yang berwenang disinyalir berujung kurang clear-nya persiapan  kejuaraan tersebut dengan baik. Hal itu memunculkan ketersinggungan beberapa pihak yang berakibat belum terpenuhinya permohonan panitia kepada lembaga pemerintah terkait kelengkapan seperti bantuan tenaga dan Water Barier sebagai dukungan agenda kejuaraan yang tidak sesuai dengan rencana yang seharusnya dimohonkan hari jumat (6/9).

Hingga sehari jelang gelaran acara, tidak ada pemberitahuan atau permintaan izin dari panitia kepada pihak keamanan dalam hal ini Polres Tegal Kota. Polres Tegal Kotapun usai  jumatan, memanggil panitia untuk menunjukan surat rekomendasi dari Polda. Namun panitia saat itu belum bisa menunjukan surat dari Polda Jateng kepada Polres Tegal kota. Sehingga Polres Tegal kota belum mengambil keputusan apapun terkait penutupan jalan untuk terselenggaranya event tingkat nasional itu

Efek sikap panitia yang tidak memperhatikan terhadap tata cara penyelenggaraan sebuah event besar berdampak pada instansi pemerintah lainnya seperti Dinas Perhubungan kota Tegal yang juga tidak dapat memenuhi keinginan pihak panitia untuk memfasilitasi penugasan bantuan teknis penutupan jalan.

" Karena pihak Polres belum mengambil keputusan, maka Dishub juga belum mengambil langkah penugasan atau melakukan bantuan teknis penutupan jalan, " Ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Tegal, Herviyanto, SIP, MSi menjawab pertanyaan Kantor Berita Online Jurnalis Indonesia Satu, melalui saluran komunikasi WhatsApp, Jumat, (6/9)

Permintaan personil dan peminjaman Water Barier memang diminta oleh pihak panitia melalui suratnya tertanggal 2 September 2019 dengan nomer identitas surat 001/MPC-PP/TGL/VII/2019 dengan perihal Permohonan Personel dan Water Barier (WB) yang ditanda tangani ketua panitia Abdul Kadir, SH dan sekretarisnya Supardi, SH.

Selain lemahnya koordinasi pihak panitia dengan lembaga-lembaga berwenang terkait lainnya, penempatan logo Kemenhub juga menjadi persoalan tersendiri tidak dikembangkannya tata aturan bersikap panitia. Pihak dinas perhubungan masih belum mendapatkan penjelasan atas penempatan logo kemenhub tersebut.

" Ijin untuk penuangan logo Kemenhub atau Dishub, saya konfirmasikan selaku Kadis, saya belum pernah dan tidak pernah ada koordinasi sampai kegiatan ini di gelar," Kata Hervi.

Sementara itu pihak panitia berkilah soal penempatan logo kemenhub karena salah cetak.

" Itu salah cetak. Saya sudah menyampaikan supaya dihapus. Namun panitia belum menghapus, " Kilah Abdul Kadir, SH saat dikonfirmasi Jurnalis Indonesia Satu Regional Jawa Tengah www.wartajateng.co.id, Jumat (6/9) soal penempatan logo kemenhub. Bahkan dengan ringannya Ading panggilan akrab Abdul Kadir menyebutkan kalau pihaknya sudah mengantongi rekomendasi dari Polda untuk kegiatan tersebut.

" Ijin polda sudah ada. Kemarin (maksudnya dapat surat rekomendasi polda - red). tapi belum dibawa ke Tegal, " Ujar Ading.

Namun menurut sumber yang terlibat dalam rapat koordinasi di Polres Tegal kota usai sholat jumat, menyebutkan bahwa pihak panitia penyelenggara acara Auto Gymkhana Kejurnas 2019 tidak dapat menunjukan surat rekomendasi dari Polda Jateng sehingga Polres Tegal kota belum bisa membuat keputusan terkait penutupan jalan dan berdampak tidak dapat terpenuhinya permintaan panitia kepada Dinas Perhubungan kota Tegal untuk menugaskan personel maupun Water Barier (WB) yang diminta panitia. ( Anis Yahya )

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu